Assalamualaikum wr.wb.
Otak kiri, Otak kanan mana yang lebih hebat? saya tidak tahu ! yang saya tahu kedua-nya telah menunjukkan kehebatannya.
Tapi ma'af, meskipun hasil bisnis saya belum sehebat mereka yang menggunakan otak kiri atau otak kanannya, kebangkrutan saya telah membuat banting stir secara total sejak th. 2000.
Saya sangat bersyukur bila suatu saat nanti tidak lagi menggunakan otak saya secara total dalam keputusan2 bisnis saya.
Meski hampir selalu dibicarakan para pakar, ditulis di buku2 best seller ternyata CITA-CITA selalu dianggap sepele oleh kebanyakan orang. Fatalnya ini membuat banyak orang menjadi lalai dalam membuat dan mempresentasikan cita2nya.
Ngga percaya kan? Mari kita tanya diri sendiri atau teman-teman kita, begitu juga para mahasiswa, apa jawab kita tentang cita-cita? 90% lebih pasti kita akan jawab seperti ini:
1. Aku ingin jadi orang sukses !
2. Aku ingin jadi orang kaya !
yang konyol kalau ada yg bercita-cita :
3. Aku ingin menjadi manusia yg berguna bagi nusa dan bangsa..........saya tahu lo anda tertawa!
Ini adalah cita-cita ABSTRAK tidak jelas kayak lukisan Bp. Affandi
Bila kita punya income 2jt/bulan dan kita kumpul sama orang yg incomenya 500rb/bulan pasti mereka nyebut kita orang KAYA.
Tapi meskipun kita punya income 10jt/bln bila kita kumpul dengan orang2 yg berincome 100jt/bln apa kira2 yang dikatakan mereka? KITA ORANG MISKIN !
Kita pasti lebih sejutu kalo cita-cita ini dibuat lebih bisa diukur, mis. saya ingin jadi orang berincome : 30jt/bln, mempunyai rumah seluas 300m2, mobil seharga 500jt dst...dst semakin detail akan semakin bagus, selanyaknya kalo kita bikin target penjualan.
Cita2 adalah step-1
YAKIN, adalah step ke-2.
Keyakinan adalah dasar atau pondasi, Yakin itu harga mati, ya ..sebagaimana keyakinan kita kepada Allah swt. Penyebab utama kegagalan kita adalah lunturnya keyakinan.
JUST DO IT (DUWIT?) adalah step ke-3
Ingat Gus Dur yang selalu mengatakan " GITU AJA KOK REPOT" atau konsep KISS (Keep it simple stupid) ? maknanya sama kan? seberapapun kita tahu atau kita paham tidak usah takut atau kawatir, was2 (ini semua setan) sekarang juga kerjakan bisnis dengan anthusias dan senang(cinta) coba kita baca lagi "memulai berbisnis dan pergi mandi, apa bedanya?
Saudaraku, bila kita berpegang pada step ke-1 s/d ke-3 apakah lebih baik kita pakai OTAK atau HATI?
Kalau pakai otak, kenapa seringkali kita mengambil keputusan dengan mengatakan "MARILAH KITA TANYAKAN PADA HATI YANG PALING DALAM" bukan "MARILAH KITA TANYAKAN PADA OTAK KITA"?
Wasalam.
