Assalamualaikum wr.wb.
Bagi saya keyakinan ini dasar=pondasi, jadi harus kuat, sangat kuat malah, makanya harus diasah dari waktu kewaktu.
Agama kita telah mengajarkan bagaimana kita menjadi begitu teguh memegang keyakinan kepada Allah swt. Insya Allah, demi Dzat Yang Menggegam jiwa2 kita, anda pasti tidak akan mau melepas keyakinan ini dengan harga 10jt, 100jt bahkan 1M sekalipun.
Tapi sudahkah kita mempunyai keyakinan seperti diatas waktu menjalankan bisnis? sudah? yang bener? karena yang sering kita denger tidak demikian, kita seringkali pesimis dengan target-target kita, target income kita.
Sering saya bertanya : "Bila sekarang income kita 100 jt, kenapa kita tidak tagetkan income 200jt atau 300jt?" utk yg akan datang, apa kira2 jawabannya, : "Wah, ini sih gila, ngga mungkinlah...!kalo 10% atau 20% sih ok, tapi kalo segitu, gimana caranya?"
Terus saya tanya lagi : "Apakah kita yakin kalau Allah Maha Kaya? Maha Pengasih, Maha Pemberi, Maha Pengatur, Maha Penyayang dst...dst?" ternyata kita semua mengiyakan !
"lalu berapa ribu orang yang telah diberikan Allah income 200jt ataupun 300jt?" jadi ?
Mari kita lanjutkan : Binis sekarang juga, pasang target, yakin, lakukan semua kegiatan bisnis dengan anthusias dan cinta.
Wasalam.
Rabu, 27 Agustus 2008
Selasa, 26 Agustus 2008
Kalo Bisnis Jangan Pakai Otak....
Assalamualaikum wr.wb.
Otak kiri, Otak kanan mana yang lebih hebat? saya tidak tahu ! yang saya tahu kedua-nya telah menunjukkan kehebatannya.
Tapi ma'af, meskipun hasil bisnis saya belum sehebat mereka yang menggunakan otak kiri atau otak kanannya, kebangkrutan saya telah membuat banting stir secara total sejak th. 2000.
Saya sangat bersyukur bila suatu saat nanti tidak lagi menggunakan otak saya secara total dalam keputusan2 bisnis saya.
Meski hampir selalu dibicarakan para pakar, ditulis di buku2 best seller ternyata CITA-CITA selalu dianggap sepele oleh kebanyakan orang. Fatalnya ini membuat banyak orang menjadi lalai dalam membuat dan mempresentasikan cita2nya.
Ngga percaya kan? Mari kita tanya diri sendiri atau teman-teman kita, begitu juga para mahasiswa, apa jawab kita tentang cita-cita? 90% lebih pasti kita akan jawab seperti ini:
1. Aku ingin jadi orang sukses !
2. Aku ingin jadi orang kaya !
yang konyol kalau ada yg bercita-cita :
3. Aku ingin menjadi manusia yg berguna bagi nusa dan bangsa..........saya tahu lo anda tertawa!
Ini adalah cita-cita ABSTRAK tidak jelas kayak lukisan Bp. Affandi
Bila kita punya income 2jt/bulan dan kita kumpul sama orang yg incomenya 500rb/bulan pasti mereka nyebut kita orang KAYA.
Tapi meskipun kita punya income 10jt/bln bila kita kumpul dengan orang2 yg berincome 100jt/bln apa kira2 yang dikatakan mereka? KITA ORANG MISKIN !
Kita pasti lebih sejutu kalo cita-cita ini dibuat lebih bisa diukur, mis. saya ingin jadi orang berincome : 30jt/bln, mempunyai rumah seluas 300m2, mobil seharga 500jt dst...dst semakin detail akan semakin bagus, selanyaknya kalo kita bikin target penjualan.
Cita2 adalah step-1
YAKIN, adalah step ke-2.
Keyakinan adalah dasar atau pondasi, Yakin itu harga mati, ya ..sebagaimana keyakinan kita kepada Allah swt. Penyebab utama kegagalan kita adalah lunturnya keyakinan.
JUST DO IT (DUWIT?) adalah step ke-3
Ingat Gus Dur yang selalu mengatakan " GITU AJA KOK REPOT" atau konsep KISS (Keep it simple stupid) ? maknanya sama kan? seberapapun kita tahu atau kita paham tidak usah takut atau kawatir, was2 (ini semua setan) sekarang juga kerjakan bisnis dengan anthusias dan senang(cinta) coba kita baca lagi "memulai berbisnis dan pergi mandi, apa bedanya?
Saudaraku, bila kita berpegang pada step ke-1 s/d ke-3 apakah lebih baik kita pakai OTAK atau HATI?
Kalau pakai otak, kenapa seringkali kita mengambil keputusan dengan mengatakan "MARILAH KITA TANYAKAN PADA HATI YANG PALING DALAM" bukan "MARILAH KITA TANYAKAN PADA OTAK KITA"?
Wasalam.
Otak kiri, Otak kanan mana yang lebih hebat? saya tidak tahu ! yang saya tahu kedua-nya telah menunjukkan kehebatannya.
Tapi ma'af, meskipun hasil bisnis saya belum sehebat mereka yang menggunakan otak kiri atau otak kanannya, kebangkrutan saya telah membuat banting stir secara total sejak th. 2000.
Saya sangat bersyukur bila suatu saat nanti tidak lagi menggunakan otak saya secara total dalam keputusan2 bisnis saya.
Meski hampir selalu dibicarakan para pakar, ditulis di buku2 best seller ternyata CITA-CITA selalu dianggap sepele oleh kebanyakan orang. Fatalnya ini membuat banyak orang menjadi lalai dalam membuat dan mempresentasikan cita2nya.
Ngga percaya kan? Mari kita tanya diri sendiri atau teman-teman kita, begitu juga para mahasiswa, apa jawab kita tentang cita-cita? 90% lebih pasti kita akan jawab seperti ini:
1. Aku ingin jadi orang sukses !
2. Aku ingin jadi orang kaya !
yang konyol kalau ada yg bercita-cita :
3. Aku ingin menjadi manusia yg berguna bagi nusa dan bangsa..........saya tahu lo anda tertawa!
Ini adalah cita-cita ABSTRAK tidak jelas kayak lukisan Bp. Affandi
Bila kita punya income 2jt/bulan dan kita kumpul sama orang yg incomenya 500rb/bulan pasti mereka nyebut kita orang KAYA.
Tapi meskipun kita punya income 10jt/bln bila kita kumpul dengan orang2 yg berincome 100jt/bln apa kira2 yang dikatakan mereka? KITA ORANG MISKIN !
Kita pasti lebih sejutu kalo cita-cita ini dibuat lebih bisa diukur, mis. saya ingin jadi orang berincome : 30jt/bln, mempunyai rumah seluas 300m2, mobil seharga 500jt dst...dst semakin detail akan semakin bagus, selanyaknya kalo kita bikin target penjualan.
Cita2 adalah step-1
YAKIN, adalah step ke-2.
Keyakinan adalah dasar atau pondasi, Yakin itu harga mati, ya ..sebagaimana keyakinan kita kepada Allah swt. Penyebab utama kegagalan kita adalah lunturnya keyakinan.
JUST DO IT (DUWIT?) adalah step ke-3
Ingat Gus Dur yang selalu mengatakan " GITU AJA KOK REPOT" atau konsep KISS (Keep it simple stupid) ? maknanya sama kan? seberapapun kita tahu atau kita paham tidak usah takut atau kawatir, was2 (ini semua setan) sekarang juga kerjakan bisnis dengan anthusias dan senang(cinta) coba kita baca lagi "memulai berbisnis dan pergi mandi, apa bedanya?
Saudaraku, bila kita berpegang pada step ke-1 s/d ke-3 apakah lebih baik kita pakai OTAK atau HATI?
Kalau pakai otak, kenapa seringkali kita mengambil keputusan dengan mengatakan "MARILAH KITA TANYAKAN PADA HATI YANG PALING DALAM" bukan "MARILAH KITA TANYAKAN PADA OTAK KITA"?
Wasalam.
Memulai Berbisnis Dan Pergi Mandi....Apa Bedanya???
Assamualaikum wr.wb.
Sering kita bingung waktu memutuskan untuk memulai berbisnis, buannyakkk pertanyaannya dan buaannnyak pertimbangannya, yang semua itu .....PASTI HANYA BUANG2 WAKTU dan UMUR !
Contoh ni ya :
Mau bisnis apa ya? bikin warung soto ......sudah banyak yang jual!
Mau bikin pabrik mebel?.......modalnya ngga cukup !!
Bikin.....warnet? .........ngga paham computer/gaptek !!! dst....dst....
ya seperti inilah kondisi kita...1th, 5 th, bahkan 1ooth....tetap seperti ini !
Apalagi kalo ditambah pertanyaan dan pertimbangan : lokasi bisnis, pemasaran (promosi),kompetisi, admin, apalagi ya??? tambah pusing kali yee....
Pernahkah pertanyaan dan pertimbangan semacam itu timbul WAKTU KITA PERGI MANDI??? tidak pernah sekalipun, sering kali kita malah tidak berfikir waktu pergi mandi !....biasanya pergi gitu aja, sambil nyanyi kale ya.
Lalu bagaimana kalo kita lupa bawa handuk? kita pasti teriak minta tolong untuk mengambilkan handuk tersebut atau kita keluar dari kamar mandi dan mengambilnya sendiri kemudian melajutkan mandi .
Bagaimana juga kalo kita lupa bawa sabun? ya pasti kita lakukan hal yang sama, lupa odol, lupa CD, pokoknya sama, titik!
Yang beda cuma kalau kita lupa mandi.....KITA NGGA PERLU TERIAK2 MINTA TOLONG atau SUSAH PAYAH KELUAR km.MANDI, yang pasti kita HANYA MALU KARENA BAU!
Lho, Apa kalo lupa bisnis kita juga harus malu? YA, KALAU KITA CUMA OMONG DOANG....tiap hari ngomong bisnis tapi ngga punya bisnis....ya "bau" juga itu mulut dong ach.
Saudaraku, konsep bisnis ini pernah dan selalu dikatakan teman saya Pak Purdi, itu lo yang punya primagama, yang mendirikan EU (Enterprenuer University).
Dan sayapun ikut2 selalu mengatakan hal itu kalo ditanya teman2, karyawan bahkan customer saya yang 90% bule .....mau tahu respon mereka? HE3x HOW DAMN STUPID WE ARE !!!
Jadi, Ayo bisnis.........ya sekarang juga !!!
wasalam
Sering kita bingung waktu memutuskan untuk memulai berbisnis, buannyakkk pertanyaannya dan buaannnyak pertimbangannya, yang semua itu .....PASTI HANYA BUANG2 WAKTU dan UMUR !
Contoh ni ya :
Mau bisnis apa ya? bikin warung soto ......sudah banyak yang jual!
Mau bikin pabrik mebel?.......modalnya ngga cukup !!
Bikin.....warnet? .........ngga paham computer/gaptek !!! dst....dst....
ya seperti inilah kondisi kita...1th, 5 th, bahkan 1ooth....tetap seperti ini !
Apalagi kalo ditambah pertanyaan dan pertimbangan : lokasi bisnis, pemasaran (promosi),kompetisi, admin, apalagi ya??? tambah pusing kali yee....
Pernahkah pertanyaan dan pertimbangan semacam itu timbul WAKTU KITA PERGI MANDI??? tidak pernah sekalipun, sering kali kita malah tidak berfikir waktu pergi mandi !....biasanya pergi gitu aja, sambil nyanyi kale ya.
Lalu bagaimana kalo kita lupa bawa handuk? kita pasti teriak minta tolong untuk mengambilkan handuk tersebut atau kita keluar dari kamar mandi dan mengambilnya sendiri kemudian melajutkan mandi .
Bagaimana juga kalo kita lupa bawa sabun? ya pasti kita lakukan hal yang sama, lupa odol, lupa CD, pokoknya sama, titik!
Yang beda cuma kalau kita lupa mandi.....KITA NGGA PERLU TERIAK2 MINTA TOLONG atau SUSAH PAYAH KELUAR km.MANDI, yang pasti kita HANYA MALU KARENA BAU!
Lho, Apa kalo lupa bisnis kita juga harus malu? YA, KALAU KITA CUMA OMONG DOANG....tiap hari ngomong bisnis tapi ngga punya bisnis....ya "bau" juga itu mulut dong ach.
Saudaraku, konsep bisnis ini pernah dan selalu dikatakan teman saya Pak Purdi, itu lo yang punya primagama, yang mendirikan EU (Enterprenuer University).
Dan sayapun ikut2 selalu mengatakan hal itu kalo ditanya teman2, karyawan bahkan customer saya yang 90% bule .....mau tahu respon mereka? HE3x HOW DAMN STUPID WE ARE !!!
Jadi, Ayo bisnis.........ya sekarang juga !!!
wasalam
Langganan:
Postingan (Atom)
